Jawaban Untuk Surat Imbauan Terbuka

Surat Untuk Para Pelajar dan Guru Indonesia

Jawaban Untuk Surat Imbauan Terbuka

18 May 1998

Jawaban Untuk Surat Imbauan Terbuka

18 May 1998

Also available in English

Terima kasih untuk pengiriman surat terbuka anda kepada kita tentang perjuangan para mahasiswa dan dosen di Institut Teknologi Bandung melawan rejim Suharto. Kita telah mengikuti secara dekat gelombang-gelombang protes mahasiswa di seluruh Indonesia selama sepuluh minggu terakhir. Pembunuhan enam demonstran mahasiswa yang tak bersenjata oleh polisi di Universitas Trisakti Jakarta, tampaknya dengan perintah Suharto, menandakan tahap baru dalam krisis politis di Indonesia.

Keputusan untuk menggunakan polisi dan angkatan bersenjata terhadap para demonstran adalah sebuah perbuatan yang nekat oleh sebuah rejim yang menghadapi oposisi bukan hanya dari para mahasiswa, tetapi juga para pekerja, ibu rumah-tangga, penganggur dan orang desa miskin.

Partai Persamaan Sosialis berpendapat bahwa situasi di Indonesia sekarang menghadapkan para pekerja, mahasiswa, pemuda dan cendekiawan dengan banyak pertanyaan mendasar tentang arahan (perspektif) politik. Karena itu, kita ingin membuka dialog dengan anda tentang politik dan program yang sebaiknya memandu pergerakan itu.

Kita dapat memulai dengan menanyakan beberapa pertanyaan. Organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok politis apa saja yang terlibat dalam pengadaan "tenda reformasi" di depan Institut Teknologi Bandung? Apakah politik dan tuntutan mereka? Bagaimana tanggapan dari para pekerja dan orang-orang lain? Apakah itu (tenda reformasi) didukung oleh grup-grup, serikat pekerja atau organisasi-organisasi lain di luar ITB di Bandung? Tuntutan utama para mahasiswa adalah penurunan Suharto. Tetapi pertanyaan yang segera muncul adalah: Pemerintahan macam apa yang akan menggantikan rejim Suharto dan berdasarkan dengan politik apa? Bagaimanakah sikap anda terhadap tokoh-tokoh oposisi utama -- Amen Rais dan Megawati Sukarnoputri? Rais dan Megawati keduanya mendukung rencana perubahan ekonomi IMF yang pasti akan menuju ke kenaikan harga dan jumlah pengangguran yang lebih tinggi -- seperti yang terjadi di Korea Selatan dan Thailand. Apakah pendapat anda tentang tindakan-tindakan IMF dan tentang peranan Amerika Serikat dalam mendukung IMF dan orang-orang seperti Rais?

Krisis politis ini juga menimbulkan masalah-masalah sejarah yang penting. Asal rejim Orde Baru adalah di kudeta militer 1965-66, di mana satu juta pekerja, petani dan anggota PKI dibantai. Kita berpendapat bahwa banyak pelajaran-pelajaran politik penting yang dapat dipelajari dari peristiwa-peristiwa tragis tersebut, untuk kaum pekerja di Indonesia dan seluruh dunia. Menurut anda, apakah peranan Suharto, Sukarno dan PKI Stalinis dan AS pada waktu itu?

Dua bulan terakhir ini telah menunjukkan kebulatan tekad dan keberanian puluh- ribuan mahasiswa dalam melawan penekanan oleh rejim Suharto. Tetapi tanpa arahan dan program politis yang melindungi kepentingan para pekerja, petani dan pemuda, pergerakan itu dapat dimanipulasi oleh elemen-elemen kelas penguasa untuk mempertahankan sistem profit yang memeras itu.

Pengalaman kelas pekerja di Filipina merupakan sebuah pengungkapan. Dua belas tahun setelah pergerakan "kekuatan rakyat" menggulingkan diktatur Marcos, bank-bank dan perusahaan-perusahaan besar masih terus mengatur kehidupan ekonomi dan politis -- seperti di bawah Marcos. Calon presiden yang berkemungkinan paling besar, Joseph Estrada, didukung oleh sekelompok pengusaha yang sangat kaya, termasuk bilioner Eduardo Conjuangco, karib Marcos lama. Calon-calon yang lain adalah dari kaum elit penguasa -- banyak dari mereka yang mewakili sektor-sektor bisnis secara langsung. Pada waktu yang sama standar kehidupan perkerja di Filipina terus menurun sebagai akibat krisis ekonomi.

Di Indonesia, Rais dan Megawati, didukung oleh AS, elemen-elemen dalam ABRI, dan organisasi-organisasi seperti PRD, mempunyai program politis yang hampir sama dengan Aquino. Itu adalah untuk mengakhiri kronyisme ekonomi dan korupsi junta Suharto ini dan menggantinya dengan sebuah rejim yang akan memenuhi syarat-syarat perusahaan-perusahaan global untuk membuka dan mengeksploitasi ekonomi Indonesia.

Di mana Aquino mulai memegang kekuasaan pada puncak perkembangan ekonomi di Asia Tenggara, pemerintah baru di Indonesia akan memegang kekuasaan dalam kondisi keruntuhan ekonomi yang tak terbanding. Program yang dikemukakan oleh IMF tidak dapat dilakukan secara damai atau demokratis tetapi akan dilaksanakan dengan metoda-metoda yang sama kejamnya dengan rejim Suharto.

Kita berpendapat bahwa yang diperlukan adalah sebuah program sama sekali berbeda, yang didasarkan atas perjuangan untuk mengambil-alih kekuasaan dan mendirikan sebuah pemerintahan pekerja dan petani yang akan mengorganisasi negara secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan para pekerja, petani dan orang-orang miskin, daripada mengutamakan profit swasta.

Kaum pekerja Indonesia, sebagai bagian dari kaum pekerja internasional, adalah satu-satunya kekuatan yang dapat menantang dan menggulingkan sistem ekonomi ini -- sistem profit swasta -- yang meletakkan Suharto di tempatnya 32 tahun lalu dan yang telah menciptakan krisis keuangan dan sosial yang mencengkeram Indonesia dan seluruh Asia.

Seperti krisis di Indonesia adalah hasil proses-proses global, itu hanya bisa diselesaikan secara progresif dengan penggunaan sebuah strategi global. Itu berarti menyatukan perjuangan para pekerja Indonesia dengan kawan-kawan perkerja mereka di seluruh dunia, dan menolak segala usaha untuk membelah rakyat dengan menggunakan rasisme, termasuk rasisme anti-Cina.

Sebuah diskusi tentang masalah-masalah ini adalah sangat penting untuk masa depan para pekerja dan pemuda di Indonesia. Kita akan menerima dengan senang hati segala pertanyaan yang anda punya dan kita menunggu jawaban anda dan sebuah dialog yang berlangsung.

Salam
Peter Symonds
Untuk Dewan Editorial World Socialist Website

To top of page

Surat Imbauan Terbuka Dari Para Mahasiswa dan Dosen Indonesia

14 May 1998

Situasi semakin lama semakin tidak menentu. Masalah yang ada sekarang sudah terlalu besar untuk dibiarkan. Dari pengamatan, hampir tidak ada dosen atau alumni yang tidak prihatin dengan kondisi saat ini.

Beribu keluhan keluar dari dosen dan civitas kampus ITB secara individu. Padahal perubahan tidak akan pernah datang dengan jutaan keluhan sekalipun. Dan seharusnya bukan hanya mahasiswa yang memperjuangkan itu.

Sebagai bagian dari civitas akademika kami melihat keberadaan tenda reformasi di depan gerbang ITB adalah satu media yang strategis untuk menyatakan sikap dan memperjuangkan reformasi. Oleh karena itu kami mendukung keberadaannya dengan bergabung sebagai dosen dan civitas kampusITB.

Kami juga mengimbau kepada seluruh rekan dosen dan civitas kampus ITB untuk bergabung dalam tenda keprihatinan tersebut; bersama dengan mahasiswa dan segenap warga masyarakat yang lain memperjuangkan reformasi.

Rencana dan strategi pergerakan dapat bersama-sama kita susun di tenda-tenda reformasi. Jangan hanya menilai baik buruknya pergerakan mahasiswa ITB. Mari bersama perbaiki kelambanan dan kesalahan kita. Kita wujudkan seratus tenda di Jalan Ganesha!

Buat mahasiswa yang belum bergabung, setelah ujian, mari bergabung. Mudah-mudahan keluarga anda yang juga sedang prihatin, akan mengerti. Ketakutan anda juga mungkin akan sedikit berkurang jika kami, kakak-kakak anda, ada di sebelah anda. Atur waktu anda, siapkan minimal 50 orang per himpunan agar minimal selalu ada 1000 orang berkemah di Jalan Ganesha.

Bayangkan, seratus tenda! Diskusi, bernyanyi, membaca, menyusun strategi, prihatin bersama, undang pembicara, buat pernyataan, dll. Seribu kegiatan bisa kita buat di sana.

Bandung, 4 Mei 1998

(Enam belas hari sebelum peringatan hari kebangkitan nasional ke-90, saat orang-orang muda dua puluh tahunan, menyatakan sikap)

(Dosen dan Alumni ITB)

See Also:
Top of page
[Jawaban Untuk Surat Imbauan Terbuka, 18 May 1998]
Dengan mendalamnya krisis Suharto:
Masalah-masalah yang mendesak sedang dihadapi oleh rakyat Indonesia
[16 May 1998]